Batinku dengan pena...saling memeluk jiwa, waktu selesai zikir berbicara..
melayangkan dihujung lorong menjadikan aku termenung..melihat pada tidak nyata urusan abadi...
disisi gelap...kutemukan cahaya,ditembungkan pula pelangi..menjadi syair puisi..
terlihat seseorang ..yang rautnya rindu.. yang pakaian jiwanya pilu..
aku lantas bertanya....
adakah kehadiran aku....menjadikan sesuatu dalam jiwamu?
sentuhan dalam kehadiranku?
terus diam dan pergi meninggalkan kedinginan...selimut menutupi bingkisan esok hari..
lalu kudakap..menyelimuti satu jasad..bersedia waktu masa lalu mendatangi jiwaku..
ku tutup semua mata lukisan...suara nukilan.. hanya bicara mendorong hati merasai..
aku masih disisi gelap ini... menunggu bayangan itu..datang kembali dekat denganku..
tidak kelihatan...walau segenap hati mengharap..walau harapan jiwa menjiwai..
ia menjadi kosong...dilorong-lorong yang berbondong.. bohongan-bohongan tipudaya,
seperti menipuku..menyatakan inilah bahagia...
aku berpaling...dari suara membohongi diri..
terus aku kelorong yang dalam...mendalami dalam ku sendiri..
sendirian yang hanya didalam...sedalam-dalam kusedari...
dan terlihat ...seseorang tadi..menyatakan sanubariku kelangit, membawaku pergi..
memegang sentuhan jiwaku...saat sarat jiwamu terasa...ingin benar sempurna....
dan kumelayang..bersama jiwamu bersarang.. menerangkan segalanya berkurang..
dan aku tidak pernah berjanji..walau pernah dijanjikan...
hanya aku berkata....aku ingin benar melengkapi..
melayangkan dihujung lorong menjadikan aku termenung..melihat pada tidak nyata urusan abadi...
disisi gelap...kutemukan cahaya,ditembungkan pula pelangi..menjadi syair puisi..
terlihat seseorang ..yang rautnya rindu.. yang pakaian jiwanya pilu..
aku lantas bertanya....
adakah kehadiran aku....menjadikan sesuatu dalam jiwamu?
sentuhan dalam kehadiranku?
terus diam dan pergi meninggalkan kedinginan...selimut menutupi bingkisan esok hari..
lalu kudakap..menyelimuti satu jasad..bersedia waktu masa lalu mendatangi jiwaku..
ku tutup semua mata lukisan...suara nukilan.. hanya bicara mendorong hati merasai..
aku masih disisi gelap ini... menunggu bayangan itu..datang kembali dekat denganku..
tidak kelihatan...walau segenap hati mengharap..walau harapan jiwa menjiwai..
ia menjadi kosong...dilorong-lorong yang berbondong.. bohongan-bohongan tipudaya,
seperti menipuku..menyatakan inilah bahagia...
aku berpaling...dari suara membohongi diri..
terus aku kelorong yang dalam...mendalami dalam ku sendiri..
sendirian yang hanya didalam...sedalam-dalam kusedari...
dan terlihat ...seseorang tadi..menyatakan sanubariku kelangit, membawaku pergi..
memegang sentuhan jiwaku...saat sarat jiwamu terasa...ingin benar sempurna....
dan kumelayang..bersama jiwamu bersarang.. menerangkan segalanya berkurang..
dan aku tidak pernah berjanji..walau pernah dijanjikan...
hanya aku berkata....aku ingin benar melengkapi..


