Rabu, 29 Julai 2009

INGIN BENAR MELENGKAPI

Batinku dengan pena...saling memeluk jiwa, waktu selesai zikir berbicara..
melayangkan dihujung lorong menjadikan aku termenung..melihat pada tidak nyata urusan abadi...
disisi gelap...kutemukan cahaya,ditembungkan pula pelangi..menjadi syair puisi..
terlihat seseorang ..yang rautnya rindu.. yang pakaian jiwanya pilu..
aku lantas bertanya....
adakah kehadiran aku....menjadikan sesuatu dalam jiwamu?
sentuhan dalam kehadiranku?
terus diam dan pergi meninggalkan kedinginan...selimut menutupi bingkisan esok hari..
lalu kudakap..menyelimuti satu jasad..bersedia waktu masa lalu mendatangi jiwaku..
ku tutup semua mata lukisan...suara nukilan.. hanya bicara mendorong hati merasai..
aku masih disisi gelap ini... menunggu bayangan itu..datang kembali dekat denganku..
tidak kelihatan...walau segenap hati mengharap..walau harapan jiwa menjiwai..
ia menjadi kosong...dilorong-lorong yang berbondong.. bohongan-bohongan tipudaya,
seperti menipuku..menyatakan inilah bahagia...
aku berpaling...dari suara membohongi diri..
terus aku kelorong yang dalam...mendalami dalam ku sendiri..
sendirian yang hanya didalam...sedalam-dalam kusedari...
dan terlihat ...seseorang tadi..menyatakan sanubariku kelangit, membawaku pergi..
memegang sentuhan jiwaku...saat sarat jiwamu terasa...ingin benar sempurna....
dan kumelayang..bersama jiwamu bersarang.. menerangkan segalanya berkurang..
dan aku tidak pernah berjanji..walau pernah dijanjikan...
hanya aku berkata....aku ingin benar melengkapi..









SEBUAH KARYA..SETIAP CERITA..SESAAT KEHIDUPAN..

Sebuah karya yang kutulis....
sebuah cerita yang terhiris..
sebuah kehidupan yang terlukis...

setiap karya yang kukenang..
setiap cerita yang kutatang..
setiap kehidupan yang kubentang..

sesaat karya yang kucari..
sesaat cerita yang kusedari..
sesaat kehidupan yang kuhargai..

sebuah karya...setiap cerita..sesaat kehidupan,
menjadi sandaran harapan diwaktu kini kualami


Selasa, 28 Julai 2009

KU DENGARI LAGI...

Kudengar.....
alunan suaramu kencang...
bertiup ditelingaku..tepat,pada suara..
bermain, waktu kota pesat dengan samudera..

Kudengar....
jerit bayu nada suara..
bermain dijiwaku...mengatakan inilah rindu..
sedang berjalan dilorong belaian..
tidak meyedari waktu berlalu..

Kudengar...
tangis lunak suara..terbang membawaku..
menghias sanubari cinta..
waktu sayap..tidak ingin pergi..
pada wajah senandung manja..

Kudengar...
jiwa memanggilku...datang disisi ini..
terhenti, sentap hati menjelajahi.....
lalu berlari..mengejar kembali..
dan kau terlena...disisiku..

Kudengar...
sekilas pandangan menutupi bicara..
melihat indahnya gerhana cahayamu..
menghiasi hujan renyai inginkan rintihan..
menutup segala yang kurasa..
dan mataku terlena...dari matapena suara..



Sabtu, 25 Julai 2009

PERNANTIAN KEINDAHAN

klik pada gambar untuk lihat jelas..

PERTEMUAN PEREMPUAN-PEREMPUAN

Reaksi itu menyapa waktu aku berlari didalam raudah..
lalu bertanya...

- apa yang yang kamu mencari, perempuan !!!
+ aku tidak mencari perempuan...
aku hanya dilahirkan dari perempuan..

- perempuan yang mencari kamu itu perempuan !!!
+ perempuan itu mencari hanya sekadar meyentuh rasa...
dan dilahirkan juga dari perempuan..

- jadi kamu tersentuh dengan kelahiran perempuan-perempuan !!!
+ aku tidak menyentuh perempuan..juga tidak terlahir rasa perempuan...

- iras jiwa kamu sepertinya mencari perempuan !!!
+ aku hanya menyanjungi, lewat perempuan yang ditakdirkan dalam pertemuan..

- jadi kamu bawa takdir itu masuk dalam pertemuan perempuan kamu !!!
+ perempuan itu hanya ada didalam takdir...dan tidak pernah bertemu dalam pertemuan..

- jika ditakdirkan perempuan bertemu perempuan, adakah itu kamu katakan takdir !!!
+ aku tidak pernah mendahului takdir, dan tidak pernah juga ditakdirkan merasa keinginan..

- aku tidak mengerti !!! perempuan itu harus menginginkan kamu terus-terang dari awalnya..
+ insyaAllah, aku akan berterus-terang dari keinginan-keinginan seawal dari ditakdirkan dalam pertemuan..dan aku hanya ingin bertemu untuk dikongsi rasa... rasa yang tidak berdosa dan juga tidak berjalan sebagai pendusta !!!

Khamis, 23 Julai 2009

SELAMATKAN DUNIA KATA-KATA

BANGKIT DARI TUJUAN SEMALAM

Waktu bangkit diri dari kehampaan semalam-semalam...
hasrat jiwa menuju kearah keheningan cara manusia bahagia..
meramas nostalgia-nostalgia yang tidak pernah manusia menitikberatkan..
sehingga menjadi waktu ini kaku diam serta membisu..lalu aku merenung ...
lantas bangkit lagi diri dari merenung-renung waktu dulu..
lalu memandang satu tajuk pada kertas yang tiada tujuan..
ternyata masih tertera kisah tamadun islam lahiriah...!!! aku merenung lagi..
aku bangkit lagi dan terus berjalan...dengan tujuan-tujuan fikiran semalam..
aku terdengar suara berbisik-bisik, dalam waktu tidak terlena...
aku menjelajahi kepautan suara-suara didengari...
adakah seseorang dikenali yang pernah melintasi titian hidupku?
lalu kuletakkan suara itu pada malam nanti...
dan terus ia membisikkan menanti saat paling sepi..
lalu aku pintal semua yang kulalui dan merahsiakan sehingga tertutup..
aku bangkit diri berjalan dan terus berlari...
terdengar kelajuan menjadi samar-samar realiti...dan aku tidak peduli..
biarkan melaluiku...biar aku sampai ke destinasi memetik tujuan
menghiasi cahaya menyuluh diri..
walau tidak menyala...aku tetap bangkit usaha...asalkan bertujuan.

Sabtu, 18 Julai 2009

Jasadku membawa diri

Jasadku membawaku melihat sang kehidupan perihal-perihal...
dan dilemparkan kekanan kekiri terus kebelakang puncak mimpiku...
apabila sedar tubuhku didalam air dibawa hanyut bersama kewanitaan..
jerit perempuan tua bersama anak-anak kecil menyinggung diri...
dan diri menjadi dua...satu pada cintanya..dan satu pada jiwaku..
dan aku menjadi sedar... cinta jasadku tetap masih bertambah...
sedangkan cinta jiwaku pada maha rencana...
semakin tidak mengerti...
semakin hari semakin mengenali...jasadku dipisahkan berkali-kali...
bertemu mereka pada usia lewat perempuan tua..
tapi aku masih muda !!!...
jasadku yang telah tua...matanya sudah buta dan meronta-ronta...
dan hingga datang bicara... meminta jiwanya, mengizinkan membawaku..
jasadku membawaku lagi.. memerhati diri dilemparkan dari sesuatu keinginan-keinginan..
dan aku jadi merayu..."jangan bawaku pada waktu-waktu kebebasan"......
aku tidak ingin berpisah-pisah...untuk jasadku melihat perpisahan.....
lalu keberanian sayap diri membawa jasadku ketempat asal....dan dipenuhi tidur yang tidak lena...
"26 Rejab 1430 diwaktu mentari"

Rabu, 15 Julai 2009

MELIHAT YANG TIDAK ADA

Dalam lautan sunyi ada titik sepi pada kolam kolam kejernihan..
direzekikan pula kalam bertemu kehidupan..
lantas menari-nari sang nadi menjadi hasrat naluri...
terasa nyaman bila dibaluti selimut permaidani kerinduan...
akan lebih terasa dingin waktu angin bertiup pada roma-roma leher manusia..
jangan sahut lautan diri..selagi diri belum renung kota mekkah..
dikisahkan doa berbicara sunyi berbisik bisik..
menjadikan kesedaran waktu zikrullah yang hampir tidak sedar..
berbagi bahagia setiap kali daya menerajui istiqomah ibadah..
dan terkadang malaikat dibelakang diri..menjadi kesempurnaan..
takdir bertemu takdir tidak usah memanggil karma..
kasih menjadi kisah..waktu resah diri berubah-ubah merenung sejadah..

- menjelang fajar

Selasa, 14 Julai 2009

DITINGGALKAN SEDIKIT...

Diberi dengan banyak,dan tinggalkan sedikit sedikit...
lalu diambil lagi,hanya tinggal sedikit sekali...
Diberi lagi dengan banyak,dan tinggalkan sedikit sedikit...
lalu diambil lagi...
berikan lagi dengan sedikit sedikit..
dan terus diberi lagi...dan ditinggalkan hanya sedikit..

yang tinggal itu untuk apa?
yang sedikit itu untuk siapa?
kenapa tinggalkan sedikit sekali?
untuk siapa sedikit itu?
untuk merenung dan dihitung hitung?
jangankan sedikit itu dihitung...
tulisan ini juga, bertemu dengan kita akhir nanti..
masih tinggalkan sedikit sedikit?
takut jadi sedikit miskin...?
takut sedikit, menjadi tidak senang?
lebih baik tinggalkan semua...jika masih rasa berdosa..

terlena semua dengan pemberiannya...
sedangkan masih ada yang memerlukan...
Astaghfirullah al-Azim....

Isnin, 13 Julai 2009

WANITA ITU TIDAK PERNAH

Rupamu...tidak pernah terlihat wajahmu..
wajahmu..tidak pernah menatap bayangmu..
bayangmu..tidak pernah membayangkan laluanmu..
laluanmu..tidak pernah melalui langkahmu..
langkahmu..tidak pernah berlari pada jasadmu..
jasadmu...tidak pernah berhasrat menyentuhmu..
sentuhanmu..tidak pernah merasai jiwamu..
jiwamu..tidak pernah bergelora kehendakmu..
kehendakmu...tidak pernah menginginkan hartamu..
hartamu..tidak pernah meminta pada ilmumu...
ilmumu...tidak pernah menyimpan akhlakmu...
akhlakmu...tidak pernah terputus senyummu..
senyummu..tidak pernah menyedari rupamu..


Jumaat, 10 Julai 2009

DUNIA HITAM DAN PUTIH

WAKTU DUNIA HITAM...
aku kelam dalam malam diwaktu suram...
dan terus tenggelam...
WAKTU DUNIA PUTIH...
aku menjadi bersih diwaktu merintih-rintih
menjadi jernih..

Begitulah perihal dua warna dunia, bersilih ganti menanti
diri hijrah datangnya dari kemahuan hati kecil manusia..
pernah diwarnai..dua warna yang terbatas kehendaknya..
dan jika seiring hitam dan putih...
pertemuan itu sering terpelihara rasa hambanya...

Rabu, 8 Julai 2009

MENCINTAI KERANA CINTA

Pada waktu tuhan turunkan hal mencintai...
nafas menerajui kekeringan yang pernah dipancarkan hati...
adakah waktu ini yang merasai turut memerhati..
dan seolah olah berjanji untuk bersyukur mereka bukan kali yang pertama..

Bila pernah mencintai..rasailah kebahgiaan kesyukuran..
semuanya dilihat diwarnai dari diri yang pernah sepi..
diusik jiwa dan sentiasa diraih kesenangan dicintai..
lalu mendorong akal untuk menjadikan kenangan..
biarpun waktu ini belum tepat..hanya mahu menciptakan hal yang masih diawan..

dan aku pernah berkata'' jangan diangkat mencintai itu sebagai hal yang diraih..
esok tidak tahu kita, itu dari nyata menjadikan kita lelah..
dengan sikap memerhati hati yang lain..
kita manusia biasa..haruskan diri diam tentang hati..
memangnya ujian akan melanda perjalanan..
walaupun ini dari tuhan..yakinkan faham itu sedang diperhatikan..

Sabtu, 4 Julai 2009

TULISAN HITAM DIALAM PUTIH

Dakwat pena hitam hanya tinggal beberapa tulisan..
harus didiam atau terus menuliskan pesanan...
sedangkan masa memaksa sehingga tiada ruang putus asa..
yang mahu ditulis hanya pesanan akhir tulisan pena terdiam..
dicoret sehingga hitam menjadi putih..
tertinggallah kesan garisan mata pena mencemari keinginan..
ditulis pula pada kertas putih yang pernah dulunya jernih.
semuanya akan jadi kekal dalam kisah semata mata..
dan kalau akal diizinkan menerima..
akan dihitung semua sampai bertemu dialam nyata.
.