SEMERDU SIULAN KALI INI
Aku sebagai seorang yang sedang bersiul bersama irama-irama merdu,
tenggelam timbul kicau-kicau orang memerhati siulanku dikosongkan...
ada juga mereka-mereka menerapkan dalil menjiwai alunanku..
tetapi aku tetap memerdukan irama ini menjadi semegah nadi yang panik,
untuk memperdulikan kiri-kanan persekitaran manusia ini yang terkejar ingin mendengarkan alunanku perlahan-lahan berbicara....
hingga terhenti mereka sebentar diatas kelemahan irama yang sangat dekat dengan bunyian prinsip-prinsip yang lantang...
lalu dipaksa aku menjadi sekeras irama nada yang sangat lemah....
Aku mempersiapkan diri, untuk menepikan semua yang datang seperti satu rangkap lagu...serta dinyanyikan sebelum ianya selesai digubah....
sudah pula direncanakan tabirnya mewarnai pentas-pentas yang cerah..
memukau mataku menjadi indah dan merendah pada pandangan sebenarnya fikiran awalku diubah-ubah
dan mereka merubah tamu yang datang duduk bersilang-silang sambil dikosongkan hati.....
untuk menghiburkan tamu yang tidak hadir....
serta dijadikan sukacita laungan lantang iramaku berdiri, memperjelaskan maksud ini sebagai satu kesedaran seseorang yang akan sepertiku,
bersiul-siul perlahan hingga bicara mereka terhenti, lantas menjadikan aku ini sebagai seseorang yang tidak selalu menghadapi irama semerdu kali ini,
akan aku mencuba iramakan selalu siulan ini menjadi sebuah lagu siulanku dan memerhatikan tingkah mereka semerdu alunan ini bersama-sama denganku selalu...
tenggelam timbul kicau-kicau orang memerhati siulanku dikosongkan...
ada juga mereka-mereka menerapkan dalil menjiwai alunanku..
tetapi aku tetap memerdukan irama ini menjadi semegah nadi yang panik,
untuk memperdulikan kiri-kanan persekitaran manusia ini yang terkejar ingin mendengarkan alunanku perlahan-lahan berbicara....
hingga terhenti mereka sebentar diatas kelemahan irama yang sangat dekat dengan bunyian prinsip-prinsip yang lantang...
lalu dipaksa aku menjadi sekeras irama nada yang sangat lemah....
Aku mempersiapkan diri, untuk menepikan semua yang datang seperti satu rangkap lagu...serta dinyanyikan sebelum ianya selesai digubah....
sudah pula direncanakan tabirnya mewarnai pentas-pentas yang cerah..
memukau mataku menjadi indah dan merendah pada pandangan sebenarnya fikiran awalku diubah-ubah
dan mereka merubah tamu yang datang duduk bersilang-silang sambil dikosongkan hati.....
untuk menghiburkan tamu yang tidak hadir....
serta dijadikan sukacita laungan lantang iramaku berdiri, memperjelaskan maksud ini sebagai satu kesedaran seseorang yang akan sepertiku,
bersiul-siul perlahan hingga bicara mereka terhenti, lantas menjadikan aku ini sebagai seseorang yang tidak selalu menghadapi irama semerdu kali ini,
akan aku mencuba iramakan selalu siulan ini menjadi sebuah lagu siulanku dan memerhatikan tingkah mereka semerdu alunan ini bersama-sama denganku selalu...
PANGGIL AKU SAJA ARTISAN
Panggil aku saja artisan,
setelah aku mula berperang dengan peribadi,
yang berpautan dari ruang jiwaku yang bertentangan...
selalu memandang sifat tabiat yang sering meradang...
kerana ini,
aku dibiarkan diambang perseorangan....
setelah melengkapkan tulisanku diperkosa lagi,
malah pernah menjadi sebutan peribadiku diulangi..
Panggil aku saja artisan..
Setelah aku bangkit melihat orang-orang malam...
meminta siapa yang dipertanggungjawabkan,
jika kemiskinannya semakin melarat-larat....
dan disaat seperti inilah,
lebih aku bertindak menjadi seperti penulis yang merestui kesedihan,
dan seperti perasaan dalamanku,
hanya sebagai seorang anak yang ditatang untuk berfikir
dan menciptakan kenyataan setelah ada yang baru untuk dilunturkan setiap sifat perkataanku...
ini kebebasan kekacauan melanda setelah ada yang berbisik-bisik didalam diri...
kesilapannya saat ini hanya terdiam waktu ada yang turut mendesak jiwaku....
Panggil saja aku artisan...
kalau dasar panggilannya lantang...
akan jatuh dalam hati mengeras bagaikan berteriak-teriak memahami..
dan aku akan peka tentang tulusnya kemahuan,
bukan hanya sekadar tanggungjawab sosialnya...
ini akan aku lalui menerima dan memahami perhatian itu diteruskan...
setelah panggilan itu tidak meminta aku melakukan apa apa...
hanya menulis dengan tangan ku sendiri dan pernah ditanyakan untuk siapa
panggilan artisanku ditujukan...
Hanya panggil saja aku artisan.....
setelah....
semuanya akan pergi dengan sendiri, sambil merenung hati yang telah tergoyah,
oleh keyakinan yang pernah terleka pada hidup,
dan kesepian itu mengharapkan sesuatu datang bersama-sama menjelaskan peribadi artisanku tidak akan hilang dalam kesempatan panggilan ini...
RyE ~ dihari pertama Dzulhijjah 1430
setelah aku mula berperang dengan peribadi,
yang berpautan dari ruang jiwaku yang bertentangan...
selalu memandang sifat tabiat yang sering meradang...
kerana ini,
aku dibiarkan diambang perseorangan....
setelah melengkapkan tulisanku diperkosa lagi,
malah pernah menjadi sebutan peribadiku diulangi..
Panggil aku saja artisan..
Setelah aku bangkit melihat orang-orang malam...
meminta siapa yang dipertanggungjawabkan,
jika kemiskinannya semakin melarat-larat....
dan disaat seperti inilah,
lebih aku bertindak menjadi seperti penulis yang merestui kesedihan,
dan seperti perasaan dalamanku,
hanya sebagai seorang anak yang ditatang untuk berfikir
dan menciptakan kenyataan setelah ada yang baru untuk dilunturkan setiap sifat perkataanku...
ini kebebasan kekacauan melanda setelah ada yang berbisik-bisik didalam diri...
kesilapannya saat ini hanya terdiam waktu ada yang turut mendesak jiwaku....
Panggil saja aku artisan...
kalau dasar panggilannya lantang...
akan jatuh dalam hati mengeras bagaikan berteriak-teriak memahami..
dan aku akan peka tentang tulusnya kemahuan,
bukan hanya sekadar tanggungjawab sosialnya...
ini akan aku lalui menerima dan memahami perhatian itu diteruskan...
setelah panggilan itu tidak meminta aku melakukan apa apa...
hanya menulis dengan tangan ku sendiri dan pernah ditanyakan untuk siapa
panggilan artisanku ditujukan...
Hanya panggil saja aku artisan.....
setelah....
semuanya akan pergi dengan sendiri, sambil merenung hati yang telah tergoyah,
oleh keyakinan yang pernah terleka pada hidup,
dan kesepian itu mengharapkan sesuatu datang bersama-sama menjelaskan peribadi artisanku tidak akan hilang dalam kesempatan panggilan ini...
RyE ~ dihari pertama Dzulhijjah 1430
DIRI KELANGIT, MEMBAWA KEINGINAN

Diri ingin kelangit....... melihat kebebasan-kebebasan ruang yang termiliki.. yang terhimpun pertanyaan ke satu destinasi keyakinan... terlahir rasa terawang-awang berdukacita untuk menikmatinya... jika akan sampai nanti.... semuanya akan terbebas dari batasan-batasan memerhati... dan akan menukarkan kesan-kesan simpati menjadi kegembiraan.... agar semuanya turut mencapai dalam ketabahan-ketabahan pada wajah manusia .... agar semua manusia ini, memalingkan wajah nya dari melihat keinginan aku ingin kelangit....
KEDUA KALI
Kedua kali meliputi satu kesungguhan...
yang datang sudah pun ditemani...
yang ada terus berada dipersada keyakinan..
mungkinkah aku terlena dengan ketelanjuran dari kejauhan...
tidak menentu arah tercipta dan biar saja ku melanggar untuk mengingatinya sejenak.
semua yang sudah pun terpesona dalam tipis-tipis kesampaian. membuat aku terluka....
aku tidak ingin disisinya....
biarpun ada yang memohon..... hanya ingin ku mengusai sehingga semuanya berlalu menjadikan aku terlanjur dilukai...
Kedua kali kemesraan hanyalah kemesraan...
bukankah ini penjelasan yang dinyanyikan pencipta lelaki untuk perempuan...
ini hanya kenyataan yang hakikatnya berada ditepian bicara kali pertama...
untuk terus ada bila tidak dinyanyikan lagi, lelaki itu membohongi.....!!!
itulah yang berkali-kali diri ingin sepanjang waktu.. sentiasa terhibur waktu terpencil mengusai hatinya...
tapi.....
siapalah aku untuk tahu akan terjadinya kali kedua berpanjangan....
kerana ini tidak menguntungkan hembus suara ku...
terus merayu sehingga melihat tiada yang bersedih untuk meninggalkan apa yang sudah pun berulang......
diulang-ulang sehingga aku harus tahu kau menutupi hidupku......
jangan lagi kau nyatakan untuk kedua kali, aku merayu......
yang datang sudah pun ditemani...
yang ada terus berada dipersada keyakinan..
mungkinkah aku terlena dengan ketelanjuran dari kejauhan...
tidak menentu arah tercipta dan biar saja ku melanggar untuk mengingatinya sejenak.
semua yang sudah pun terpesona dalam tipis-tipis kesampaian. membuat aku terluka....
aku tidak ingin disisinya....
biarpun ada yang memohon..... hanya ingin ku mengusai sehingga semuanya berlalu menjadikan aku terlanjur dilukai...
Kedua kali kemesraan hanyalah kemesraan...
bukankah ini penjelasan yang dinyanyikan pencipta lelaki untuk perempuan...
ini hanya kenyataan yang hakikatnya berada ditepian bicara kali pertama...
untuk terus ada bila tidak dinyanyikan lagi, lelaki itu membohongi.....!!!
itulah yang berkali-kali diri ingin sepanjang waktu.. sentiasa terhibur waktu terpencil mengusai hatinya...
tapi.....
siapalah aku untuk tahu akan terjadinya kali kedua berpanjangan....
kerana ini tidak menguntungkan hembus suara ku...
terus merayu sehingga melihat tiada yang bersedih untuk meninggalkan apa yang sudah pun berulang......
diulang-ulang sehingga aku harus tahu kau menutupi hidupku......
jangan lagi kau nyatakan untuk kedua kali, aku merayu......
KELIHATAN AKU MELIHATNYA
Melihat pada yang tidak terlihat..
dan kelihatan melihat dari sudut yang bayangan yang tidak terbayang..
oleh mata hati keimanan...tegak melurus dan terpimpin bersama kesetiaan
berserah, seadanya ku berbicara..
telah lama mencari dan meniti agar diri dititian tidak terjauh dari selari,
menempuhi diri berkali-kali...
dengan cara yang lain dan dilainkan aturannya..memanggil dengan caranya yang buat ku terlihat panggilan yang terpilih...
yang ku menunggu panggilan menusuk kedalam ku...
sudah pun aku merasa..
datangnya darimana dan untuk kemana?
ianya ditujukan pada diri dan juga manusia sepertiku..
aku berharap..dan terus berdoa..
agar mata lihat ini..memandang terus sehingga ke hujung..
bersama jawapan kebaikan walau daya kelihatan tidak dipertimbangkan oleh yang menghargai...
agar semuanya...termasuk diri setia melihatnya.. dan setia menunggu pandangan kelihatan ini,
walau bayangannya tidak sama dengan apa yang dibayangiku..
dan walau tidak siapa yang percaya dan akan memahami penglihatanku....
pasti aku telah pun melihatku tidak akan bersamanya...
RyE (3 Syawal)
dan kelihatan melihat dari sudut yang bayangan yang tidak terbayang..
oleh mata hati keimanan...tegak melurus dan terpimpin bersama kesetiaan
berserah, seadanya ku berbicara..
telah lama mencari dan meniti agar diri dititian tidak terjauh dari selari,
menempuhi diri berkali-kali...
dengan cara yang lain dan dilainkan aturannya..memanggil dengan caranya yang buat ku terlihat panggilan yang terpilih...
yang ku menunggu panggilan menusuk kedalam ku...
sudah pun aku merasa..
datangnya darimana dan untuk kemana?
ianya ditujukan pada diri dan juga manusia sepertiku..
aku berharap..dan terus berdoa..
agar mata lihat ini..memandang terus sehingga ke hujung..
bersama jawapan kebaikan walau daya kelihatan tidak dipertimbangkan oleh yang menghargai...
agar semuanya...termasuk diri setia melihatnya.. dan setia menunggu pandangan kelihatan ini,
walau bayangannya tidak sama dengan apa yang dibayangiku..
dan walau tidak siapa yang percaya dan akan memahami penglihatanku....
pasti aku telah pun melihatku tidak akan bersamanya...
RyE (3 Syawal)
WARISAN YANG PUDAR
Perikatan talian diantara sejarah dan bicara lama..
terdampar iris duka diputarkan oleh terkuasa, semasa demi semasa..
sang luka lama yang pernah dibual oleh orang-orang terdahulu..
kini tidak lagi wujud dalam hati insan-insan menyuarakan...
Penah terdengar nama-nama yang memahatkan adat resam yang tabah..
disatukan mereka dengan tenaga daya yang dulu kita bicarakan kekuatannya,,
manakah dia sifat-sifat diri sendiri menahan strategi kali ini?
kita terlena... dari dulunya pernah menjadi seakan-akan khalifah dimata sejarah..
dan terus terlena dibuai jalinan-jalinan kejahilan..
Dengarlah wahai anak bangsa terkini..
kita bukan usang yang ikut resam padi hingga menjadi tunduk pada pendita kemodenan..
bukan takut atau kecut disambar penjajah dan dihujani hujah..
kita yang pernah mendambakan gemilang.. dari sifat lawan yang tidak pernah dihalang..
dari agama yang diyakini dengan bukti para kesahihan.,
yang pernah terpukau dari sebutan kalimah-kalimah tuhan....
Bersatulah wahai insan, dari titian nukilan hingga menjadi titian warisan...
RyE, 4ramadhan..
terdampar iris duka diputarkan oleh terkuasa, semasa demi semasa..
sang luka lama yang pernah dibual oleh orang-orang terdahulu..
kini tidak lagi wujud dalam hati insan-insan menyuarakan...
Penah terdengar nama-nama yang memahatkan adat resam yang tabah..
disatukan mereka dengan tenaga daya yang dulu kita bicarakan kekuatannya,,
manakah dia sifat-sifat diri sendiri menahan strategi kali ini?
kita terlena... dari dulunya pernah menjadi seakan-akan khalifah dimata sejarah..
dan terus terlena dibuai jalinan-jalinan kejahilan..
Dengarlah wahai anak bangsa terkini..
kita bukan usang yang ikut resam padi hingga menjadi tunduk pada pendita kemodenan..
bukan takut atau kecut disambar penjajah dan dihujani hujah..
kita yang pernah mendambakan gemilang.. dari sifat lawan yang tidak pernah dihalang..
dari agama yang diyakini dengan bukti para kesahihan.,
yang pernah terpukau dari sebutan kalimah-kalimah tuhan....
Bersatulah wahai insan, dari titian nukilan hingga menjadi titian warisan...
RyE, 4ramadhan..
KATA DUA PILIHAN PERIBADI
Berjalan pada sisi gelapku terhenti..!!!
rencanakan kehendak nafas menyuarakan, tentang peribadi pilihan-pilihan jiwaku yang ingin menyatu..
ada kata dua yang sedang ingin membuka mataku...membongkar dan meneliti hal-hal bahagia dari masa bertemu masa diwaktukan..
apa yang ada didepan...ingin cepat didepan agar senyap diri yang masih dibelakangi..dari tabir kemesraan yang aku inginkan..
Bicaraku berkesinambungan pada bicaraku yang pernah terhenti...dan ternyata ada jujur yang pasrah ingin menerokai ketulusan hati mencari-cari..
aku juga tercari-cari apa yang harus dijalani diantara jiwa dan akalku sedang jalani..
mahuku buangkan semua ini dan berhenti disertakan dengan diam yang masih dihentikan..
sepi dalam sunyi yang seharusnya riuh dari bisikan-bisikan hamba...
lalu kuhitungkan semua menjadi anggapan, waktu aku dalam kehinaan yang berdosa..
kudorongkan semua bertemu pada akhirku yang sedang berdiri dan menyendiri..
dari kesibukan hati yang sering tertanya tanya...adakah ini melengkapi menjadi kekeluargaan?
atau hanya aku sendirian duduk terkadang tersenyum..dan terkadang menyinggung,
pada permulaanku yang ingin semuanya akan kembali semula seperti biasa,
pada awalnya kelahiranku menjadi sekecil kecil impianku yang pernah bersuara..
kuterus mengharap pada arah telunjuk takdir,pemberian tuhan yang maha adil..
rencanakan kehendak nafas menyuarakan, tentang peribadi pilihan-pilihan jiwaku yang ingin menyatu..
ada kata dua yang sedang ingin membuka mataku...membongkar dan meneliti hal-hal bahagia dari masa bertemu masa diwaktukan..
apa yang ada didepan...ingin cepat didepan agar senyap diri yang masih dibelakangi..dari tabir kemesraan yang aku inginkan..
Bicaraku berkesinambungan pada bicaraku yang pernah terhenti...dan ternyata ada jujur yang pasrah ingin menerokai ketulusan hati mencari-cari..
aku juga tercari-cari apa yang harus dijalani diantara jiwa dan akalku sedang jalani..
mahuku buangkan semua ini dan berhenti disertakan dengan diam yang masih dihentikan..
sepi dalam sunyi yang seharusnya riuh dari bisikan-bisikan hamba...
lalu kuhitungkan semua menjadi anggapan, waktu aku dalam kehinaan yang berdosa..
kudorongkan semua bertemu pada akhirku yang sedang berdiri dan menyendiri..
dari kesibukan hati yang sering tertanya tanya...adakah ini melengkapi menjadi kekeluargaan?
atau hanya aku sendirian duduk terkadang tersenyum..dan terkadang menyinggung,
pada permulaanku yang ingin semuanya akan kembali semula seperti biasa,
pada awalnya kelahiranku menjadi sekecil kecil impianku yang pernah bersuara..
kuterus mengharap pada arah telunjuk takdir,pemberian tuhan yang maha adil..
PADA KETIKA PEMERGIANMU
Pada ketika persahabatan yang ku pernah hulurkan pertalian itu terus menjadi kesinambungan..
pengangan erat buatmu sahabat dan menjadikan terus ingin aku berhasrat...
tika kau meminta perpisahan jauh disudut jiwaku, kau telah menginginkan..
lantas kusiapkan rindu untuk kuabadikan waktu dihujung-hujung keceriaan ..
Pada ketika berbicara kali yang terakhir kita suarakan.....
aku hayati menyatakan jujur akan kudengari lagi khabarmu..
dan kau lihat seberat-berat sungguh aku mengiginkan terus bersahabat..
jika kau pergi...kau akan tahu kesungguhanku yang pernah menyatu...
Pada ketika dihujung senyumanmu terlihat suasana kita keutuhan..
menyakinkan aku tetap akan menerima hasratmu yang sedang merayu..
dan dalam kesempatan itu, aku bertanyakan sesuatu untuk keyakinanku...
adakah kita bertemu didesa jiwa ini kau pernah merasakan keindahan menerajui kesempurnaan?
lantas kau menjawab..
desa jiwa inilah kutatap jujurmu dan kurenung perlahan kesyukuran ku bertemu mu...
pengangan erat buatmu sahabat dan menjadikan terus ingin aku berhasrat...
tika kau meminta perpisahan jauh disudut jiwaku, kau telah menginginkan..
lantas kusiapkan rindu untuk kuabadikan waktu dihujung-hujung keceriaan ..
Pada ketika berbicara kali yang terakhir kita suarakan.....
aku hayati menyatakan jujur akan kudengari lagi khabarmu..
dan kau lihat seberat-berat sungguh aku mengiginkan terus bersahabat..
jika kau pergi...kau akan tahu kesungguhanku yang pernah menyatu...
Pada ketika dihujung senyumanmu terlihat suasana kita keutuhan..
menyakinkan aku tetap akan menerima hasratmu yang sedang merayu..
dan dalam kesempatan itu, aku bertanyakan sesuatu untuk keyakinanku...
adakah kita bertemu didesa jiwa ini kau pernah merasakan keindahan menerajui kesempurnaan?
lantas kau menjawab..
desa jiwa inilah kutatap jujurmu dan kurenung perlahan kesyukuran ku bertemu mu...
KOTARAYA PERIBADI SEKULAR
Kotaraya manusia yang dipenuhi suara-suara kelangit..
udaranya tipis pada metafora yang nipis..
senyum langkah merona dikala kemauhannya dusta...
sedangkan ada iris-irisan duka pada suaranya..
berbicara kepentingan yang tersembunyi peribadi...
dari satu kejauhan...terus jauh mendalami urusan dunia..
inilah peribadinya, manusia mencari sekular kerana keinginan..
udaranya tipis pada metafora yang nipis..
senyum langkah merona dikala kemauhannya dusta...
sedangkan ada iris-irisan duka pada suaranya..
berbicara kepentingan yang tersembunyi peribadi...
dari satu kejauhan...terus jauh mendalami urusan dunia..
inilah peribadinya, manusia mencari sekular kerana keinginan..
KEBEBASAN DARI DUNIA MATERI
Waktu aku terjauh dari satu kesangsian..
juga terasing dari satu keberanian...
dan dikala duduk berdua bersama dalam arungan bicara..
dalam satu dunia pencarian kebebasan...
pada penciptanya...dan juga pada pendita..
yang sering memerlukan ungkapan..,,
sentuhan terawang-awang kejujuran..
karya menjadi keji durjana..... menerjah kedalam kehidupan peribadinya
tidak mampu dibicarakan...
kerana kutelah jauh berkelana..
meniti titian dunia yang ingar...
terlarut dalam akal juga mental yang tulus
dan inginkan aku mencari kebebasan kebebasan...
terbebas sehingga menjadi kepahitan..!!!!
kepahitan waktu aku hidup didunia yang materi.....
~menjelang fajar"14 syaaban
juga terasing dari satu keberanian...
dan dikala duduk berdua bersama dalam arungan bicara..
dalam satu dunia pencarian kebebasan...
pada penciptanya...dan juga pada pendita..
yang sering memerlukan ungkapan..,,
sentuhan terawang-awang kejujuran..
karya menjadi keji durjana..... menerjah kedalam kehidupan peribadinya
tidak mampu dibicarakan...
kerana kutelah jauh berkelana..
meniti titian dunia yang ingar...
terlarut dalam akal juga mental yang tulus
dan inginkan aku mencari kebebasan kebebasan...
terbebas sehingga menjadi kepahitan..!!!!
kepahitan waktu aku hidup didunia yang materi.....
~menjelang fajar"14 syaaban
INGIN BENAR MELENGKAPI
Batinku dengan pena...saling memeluk jiwa, waktu selesai zikir berbicara..
melayangkan dihujung lorong menjadikan aku termenung..melihat pada tidak nyata urusan abadi...
disisi gelap...kutemukan cahaya,ditembungkan pula pelangi..menjadi syair puisi..
terlihat seseorang ..yang rautnya rindu.. yang pakaian jiwanya pilu..
aku lantas bertanya....
adakah kehadiran aku....menjadikan sesuatu dalam jiwamu?
sentuhan dalam kehadiranku?
terus diam dan pergi meninggalkan kedinginan...selimut menutupi bingkisan esok hari..
lalu kudakap..menyelimuti satu jasad..bersedia waktu masa lalu mendatangi jiwaku..
ku tutup semua mata lukisan...suara nukilan.. hanya bicara mendorong hati merasai..
aku masih disisi gelap ini... menunggu bayangan itu..datang kembali dekat denganku..
tidak kelihatan...walau segenap hati mengharap..walau harapan jiwa menjiwai..
ia menjadi kosong...dilorong-lorong yang berbondong.. bohongan-bohongan tipudaya,
seperti menipuku..menyatakan inilah bahagia...
aku berpaling...dari suara membohongi diri..
terus aku kelorong yang dalam...mendalami dalam ku sendiri..
sendirian yang hanya didalam...sedalam-dalam kusedari...
dan terlihat ...seseorang tadi..menyatakan sanubariku kelangit, membawaku pergi..
memegang sentuhan jiwaku...saat sarat jiwamu terasa...ingin benar sempurna....
dan kumelayang..bersama jiwamu bersarang.. menerangkan segalanya berkurang..
dan aku tidak pernah berjanji..walau pernah dijanjikan...
hanya aku berkata....aku ingin benar melengkapi..
melayangkan dihujung lorong menjadikan aku termenung..melihat pada tidak nyata urusan abadi...
disisi gelap...kutemukan cahaya,ditembungkan pula pelangi..menjadi syair puisi..
terlihat seseorang ..yang rautnya rindu.. yang pakaian jiwanya pilu..
aku lantas bertanya....
adakah kehadiran aku....menjadikan sesuatu dalam jiwamu?
sentuhan dalam kehadiranku?
terus diam dan pergi meninggalkan kedinginan...selimut menutupi bingkisan esok hari..
lalu kudakap..menyelimuti satu jasad..bersedia waktu masa lalu mendatangi jiwaku..
ku tutup semua mata lukisan...suara nukilan.. hanya bicara mendorong hati merasai..
aku masih disisi gelap ini... menunggu bayangan itu..datang kembali dekat denganku..
tidak kelihatan...walau segenap hati mengharap..walau harapan jiwa menjiwai..
ia menjadi kosong...dilorong-lorong yang berbondong.. bohongan-bohongan tipudaya,
seperti menipuku..menyatakan inilah bahagia...
aku berpaling...dari suara membohongi diri..
terus aku kelorong yang dalam...mendalami dalam ku sendiri..
sendirian yang hanya didalam...sedalam-dalam kusedari...
dan terlihat ...seseorang tadi..menyatakan sanubariku kelangit, membawaku pergi..
memegang sentuhan jiwaku...saat sarat jiwamu terasa...ingin benar sempurna....
dan kumelayang..bersama jiwamu bersarang.. menerangkan segalanya berkurang..
dan aku tidak pernah berjanji..walau pernah dijanjikan...
hanya aku berkata....aku ingin benar melengkapi..
SEBUAH KARYA..SETIAP CERITA..SESAAT KEHIDUPAN..
Sebuah karya yang kutulis....
sebuah cerita yang terhiris..
sebuah kehidupan yang terlukis...
setiap karya yang kukenang..
setiap cerita yang kutatang..
setiap kehidupan yang kubentang..
sesaat karya yang kucari..
sesaat cerita yang kusedari..
sesaat kehidupan yang kuhargai..
sebuah karya...setiap cerita..sesaat kehidupan,
menjadi sandaran harapan diwaktu kini kualami
sebuah cerita yang terhiris..
sebuah kehidupan yang terlukis...
setiap karya yang kukenang..
setiap cerita yang kutatang..
setiap kehidupan yang kubentang..
sesaat karya yang kucari..
sesaat cerita yang kusedari..
sesaat kehidupan yang kuhargai..
sebuah karya...setiap cerita..sesaat kehidupan,
menjadi sandaran harapan diwaktu kini kualami
PERTEMUAN PEREMPUAN-PEREMPUAN
Reaksi itu menyapa waktu aku berlari didalam raudah..
lalu bertanya...
- apa yang yang kamu mencari, perempuan !!!
+ aku tidak mencari perempuan...
aku hanya dilahirkan dari perempuan..
- perempuan yang mencari kamu itu perempuan !!!
+ perempuan itu mencari hanya sekadar meyentuh rasa...
dan dilahirkan juga dari perempuan..
- jadi kamu tersentuh dengan kelahiran perempuan-perempuan !!!
+ aku tidak menyentuh perempuan..juga tidak terlahir rasa perempuan...
- iras jiwa kamu sepertinya mencari perempuan !!!
+ aku hanya menyanjungi, lewat perempuan yang ditakdirkan dalam pertemuan..
- jadi kamu bawa takdir itu masuk dalam pertemuan perempuan kamu !!!
+ perempuan itu hanya ada didalam takdir...dan tidak pernah bertemu dalam pertemuan..
- jika ditakdirkan perempuan bertemu perempuan, adakah itu kamu katakan takdir !!!
+ aku tidak pernah mendahului takdir, dan tidak pernah juga ditakdirkan merasa keinginan..
- aku tidak mengerti !!! perempuan itu harus menginginkan kamu terus-terang dari awalnya..
+ insyaAllah, aku akan berterus-terang dari keinginan-keinginan seawal dari ditakdirkan dalam pertemuan..dan aku hanya ingin bertemu untuk dikongsi rasa... rasa yang tidak berdosa dan juga tidak berjalan sebagai pendusta !!!
lalu bertanya...
- apa yang yang kamu mencari, perempuan !!!
+ aku tidak mencari perempuan...
aku hanya dilahirkan dari perempuan..
- perempuan yang mencari kamu itu perempuan !!!
+ perempuan itu mencari hanya sekadar meyentuh rasa...
dan dilahirkan juga dari perempuan..
- jadi kamu tersentuh dengan kelahiran perempuan-perempuan !!!
+ aku tidak menyentuh perempuan..juga tidak terlahir rasa perempuan...
- iras jiwa kamu sepertinya mencari perempuan !!!
+ aku hanya menyanjungi, lewat perempuan yang ditakdirkan dalam pertemuan..
- jadi kamu bawa takdir itu masuk dalam pertemuan perempuan kamu !!!
+ perempuan itu hanya ada didalam takdir...dan tidak pernah bertemu dalam pertemuan..
- jika ditakdirkan perempuan bertemu perempuan, adakah itu kamu katakan takdir !!!
+ aku tidak pernah mendahului takdir, dan tidak pernah juga ditakdirkan merasa keinginan..
- aku tidak mengerti !!! perempuan itu harus menginginkan kamu terus-terang dari awalnya..
+ insyaAllah, aku akan berterus-terang dari keinginan-keinginan seawal dari ditakdirkan dalam pertemuan..dan aku hanya ingin bertemu untuk dikongsi rasa... rasa yang tidak berdosa dan juga tidak berjalan sebagai pendusta !!!
BANGKIT DARI TUJUAN SEMALAM
Waktu bangkit diri dari kehampaan semalam-semalam...
hasrat jiwa menuju kearah keheningan cara manusia bahagia..
meramas nostalgia-nostalgia yang tidak pernah manusia menitikberatkan..
sehingga menjadi waktu ini kaku diam serta membisu..lalu aku merenung ...
lantas bangkit lagi diri dari merenung-renung waktu dulu..
lalu memandang satu tajuk pada kertas yang tiada tujuan..
ternyata masih tertera kisah tamadun islam lahiriah...!!! aku merenung lagi..
aku bangkit lagi dan terus berjalan...dengan tujuan-tujuan fikiran semalam..
aku terdengar suara berbisik-bisik, dalam waktu tidak terlena...
aku menjelajahi kepautan suara-suara didengari...
adakah seseorang dikenali yang pernah melintasi titian hidupku?
lalu kuletakkan suara itu pada malam nanti...
dan terus ia membisikkan menanti saat paling sepi..
lalu aku pintal semua yang kulalui dan merahsiakan sehingga tertutup..
aku bangkit diri berjalan dan terus berlari...
terdengar kelajuan menjadi samar-samar realiti...dan aku tidak peduli..
biarkan melaluiku...biar aku sampai ke destinasi memetik tujuan
menghiasi cahaya menyuluh diri..
walau tidak menyala...aku tetap bangkit usaha...asalkan bertujuan.
hasrat jiwa menuju kearah keheningan cara manusia bahagia..
meramas nostalgia-nostalgia yang tidak pernah manusia menitikberatkan..
sehingga menjadi waktu ini kaku diam serta membisu..lalu aku merenung ...
lantas bangkit lagi diri dari merenung-renung waktu dulu..
lalu memandang satu tajuk pada kertas yang tiada tujuan..
ternyata masih tertera kisah tamadun islam lahiriah...!!! aku merenung lagi..
aku bangkit lagi dan terus berjalan...dengan tujuan-tujuan fikiran semalam..
aku terdengar suara berbisik-bisik, dalam waktu tidak terlena...
aku menjelajahi kepautan suara-suara didengari...
adakah seseorang dikenali yang pernah melintasi titian hidupku?
lalu kuletakkan suara itu pada malam nanti...
dan terus ia membisikkan menanti saat paling sepi..
lalu aku pintal semua yang kulalui dan merahsiakan sehingga tertutup..
aku bangkit diri berjalan dan terus berlari...
terdengar kelajuan menjadi samar-samar realiti...dan aku tidak peduli..
biarkan melaluiku...biar aku sampai ke destinasi memetik tujuan
menghiasi cahaya menyuluh diri..
walau tidak menyala...aku tetap bangkit usaha...asalkan bertujuan.
JASADKU MEMBAWA DIRI
Jasadku membawaku melihat sang kehidupan perihal-perihal...
dan dilemparkan kekanan kekiri terus kebelakang puncak mimpiku...
apabila sedar tubuhku didalam air dibawa hanyut bersama kewanitaan..
jerit perempuan tua bersama anak-anak kecil menyinggung diri...
dan diri menjadi dua...satu pada cintanya..dan satu pada jiwaku..
dan aku menjadi sedar... cinta jasadku tetap masih bertambah...
sedangkan cinta jiwaku pada maha rencana...
semakin tidak mengerti...
semakin hari semakin mengenali...jasadku dipisahkan berkali-kali...
bertemu mereka pada usia lewat perempuan tua..
tapi aku masih muda !!!...
jasadku yang telah tua...matanya sudah buta dan meronta-ronta...
dan hingga datang bicara... meminta jiwanya, mengizinkan membawaku..
jasadku membawaku lagi.. memerhati diri dilemparkan dari sesuatu keinginan-keinginan..
dan aku jadi merayu..."jangan bawaku pada waktu-waktu kebebasan"......
aku tidak ingin berpisah-pisah...untuk jasadku melihat perpisahan.....
lalu keberanian sayap diri membawa jasadku ketempat asal....dan dipenuhi tidur yang tidak lena...
"26 Rejab 1430 diwaktu mentari"
dan dilemparkan kekanan kekiri terus kebelakang puncak mimpiku...
apabila sedar tubuhku didalam air dibawa hanyut bersama kewanitaan..
jerit perempuan tua bersama anak-anak kecil menyinggung diri...
dan diri menjadi dua...satu pada cintanya..dan satu pada jiwaku..
dan aku menjadi sedar... cinta jasadku tetap masih bertambah...
sedangkan cinta jiwaku pada maha rencana...
semakin tidak mengerti...
semakin hari semakin mengenali...jasadku dipisahkan berkali-kali...
bertemu mereka pada usia lewat perempuan tua..
tapi aku masih muda !!!...
jasadku yang telah tua...matanya sudah buta dan meronta-ronta...
dan hingga datang bicara... meminta jiwanya, mengizinkan membawaku..
jasadku membawaku lagi.. memerhati diri dilemparkan dari sesuatu keinginan-keinginan..
dan aku jadi merayu..."jangan bawaku pada waktu-waktu kebebasan"......
aku tidak ingin berpisah-pisah...untuk jasadku melihat perpisahan.....
lalu keberanian sayap diri membawa jasadku ketempat asal....dan dipenuhi tidur yang tidak lena...
"26 Rejab 1430 diwaktu mentari"
Langgan:
Catatan (Atom)




