Sabtu, 8 Ogos 2009

PANGGILAN PESTA LAHIRIAHMU

Aku menunding jari pada tarian pesta lahiriahmu..
tergerak wajahku..dan berpaling pada sahutan tarian pesta memanggilku..
waktuku dididik tariannya...
aku tidak menghiraukan setiap langkah..
tidak hatiku terhibur menjadikan prasangka itu terleka..

lalu jariku menunding pada nyanyianmu yang tidakku kedengaran...
jiwaku cuba memerhati setiap nada yang sampai ditelinga..
ternyata...ada bunyian tangisan memaksaku menari,
aku berpaling...
dari kepastian bunyian tangisan itu menjadikanku simpati dalam samar-samar panggilanmu...

dan jariku menunding pada tanganmu menyentuh jariku..
sedikit tergoyah perasaanku..
dan aku terus memerhati tujuanmu menyentuhku..
ada sesuatu dimatamu berbisik-bisik melirik memanggilku
seperti ingin tarianku menjelaskan kehadiran..

lalu jariku kuletakkan diatas ranjang hidupmu..
terkaku sentap hatiku...
terdiam bicaraku..
terlahir simpatiku...terpincang-pincang sunyiku..
sesuatu yang disampaikan ternyata buatku riang disisi nadamu..
panggilanmu yang mahuku terhibur,lalu buatku menari diruang bicaramu...
menyanyikan lagu sepimu...
aku masuk terus kedalam-dalam jiwamu turut menyanyikan..
dan tersenyum melihat telatah pesta batiniahmu menari..

maafkanku...jika kehadiran lahiriahmu tidak pernah putus memanggiku..





3 ulasan:

flip berkata...

hurm,,mendalam,,

usop kopratasa berkata...

jangan putuskan bicara jiwa itu walau ketika kamu tidak menuding dan menari...

Muhammad Zaki Mostapa berkata...

kamu pernah rasa sunyi?
kenapa ya, hidup aku kurang bahagia, padahalaku sudah berusaha utuk lari dan bersembunyi dari kesedihan...
moga kamu bisa menerangkannya..